• 0274-374200
  • admin@poltekkesjogja.ac.id

Sejarah

SEJARAH SINGKAT

Pembangunan kesehatan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut pembangunan kesehatan dilaksanakan secara sistimatis dan berkesinambungan.   Keberhasilan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama tenaga kesehatan bermutu yang berperan sebagai pemikir, perencana dan penggerak pembangunan kesehatan.

Tenaga kesehatan yang bermutu salah satu upaya dilakukan pengelolaan institusi pendidikan dengan baik sesuai dengan tujuan tanpa mengesampingkan aspek efisiensi dan efektifitas (Kemenkes,2010). Tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara professional adalah tuntutan era globalisasi dan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini sangat diperlukan. Untuk memperoleh tenaga kesehatan tersebut dilakukan berbagai upaya antara lain dengan meningkatkan pendidikan tenaga kesehatan yang ada ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Sehubungan dengan hal tersebut dikembangkan program pendidikan yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan baik yang telah bekerja maupun yang belum bekerja.

Salah satu bentuk dalam mewujudkan tujuan pembangunan Kesehatan Nasional yang baik, bermutu dan berkualitas, maka pada tanggal 15 Juni 1998 Sekolah Menengah Analis Kesehatan ditingkatkan dengan dikonversikan menjadi Akademi Analis Kesehatan dengan SK Menteri Kesehatan Nomor. HK.00.06.1.3.2825. Sedangkan tahun 2001 sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI No. 298/Menkes-Kessos/SK/IV/2001 Akademi Analis Kesehatan berubah menjadi Jurusan Analis Kesehatan dibawah Politeknik Kesehatan Yogyakarta bersama 5 jurusan lainnya. Pendidikan tenaga laboratorium berjenjang Diploma III ada kurang lebih 17 institusi di Indonesia baik negeri maupun swasta, dimana lulusannya bekerja di Rumah Sakit Umum baik negeri maupun swasta, BLK, Balai POM, BTKL, Laboratorium Klinik Swasta, Industri Makanan Minuman, Farmasi dan Kosmetika serta Industri Obat Tradisional. Hal ini menjadikan sebagai tantangan dan semakin membuka peluang dalam memperoleh pekerjaan khususnya di tingkat managerial dan pengelolaan laboratorium kesehatan.

Pendidikan tenaga kesehatan merupakan keterpaduan dari Sistem Pendidikan Nasional dan Sistem Kesehatan Nasional. Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan tenaga kesehatan yang dapat menghasilkan tenaga kesehatan yang profesional perlu diperhatikan beberapa hal antara lain “input” pendidikan itu sendiri yaitu calon mahasiswa sebagai bahan baku di samping proses pembelajaran dan sumber-sumber lain. Pendidikan tenaga laboratorium berjenjang Diploma III ada kurang lebih 17 institusi di Indonesia baik negeri maupun swasta, dimana lulusannya bekerja di Rumah Sakit Umum baik negeri maupun swasta, BLK, Balai POM, BTKL, Laboratorium Klinik Swasta, Industri Makanan Minuman, Farmasi dan Kosmetika serta Industri Obat Tradisional, B2P2VRP. Hal ini menjadikan sebagai tantangan dan semakin membuka peluang dalam memperoleh pekerjaan khususnya di tingkat managerial dan pengelolaan laboratorium kesehatan.

Perkembangan pendidikan tenaga laboratorium kesehatan yang pernah diselenggarakan adalah :

No Jenis Pendidikan  

Masa Studi

Dasar

Pendidikan

Tahun Penyelenggaraan
1 Sekolah Mantri Laboran 2 tahun SD 1953 – 1957
2 Sekolah Pengatur Analis 4 tahun SMP 1955 – 1962
3 Sekolah Pengawas Kesehatan – F 3 tahun S. Mantri Lab 1957 – 1964
4 Sekolah Penjenang Kesehatan (SPK-F) 3 tahun SD 1964 – 1979
5 Sekolah Pengatur Analis (SPA) 3 tahun SMP 1979 – 1980
6 Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) 3 tahun SMP 1980 – 1997
7 Akademi Analis Kesehatan (AAK) 3 tahun SMA 1997 – 1999
8 Jurusan Analis Kesehatan 3 tahun SMA 2001 –sekarang
9 D-IV Analis Kesehatan 1 tahun D3 Analis Kesehatan 2008 – 2013
10 D-IV Analis Kesehatan 4 tahun SMA 2014- sekarang